Uncategorized

Ribuan Petani Witaraya Demo PT. BTIIG Tolak Rencana Pembangunan Intake Diatas Bendungan Karaopa

459
×

Ribuan Petani Witaraya Demo PT. BTIIG Tolak Rencana Pembangunan Intake Diatas Bendungan Karaopa

Sebarkan artikel ini

MOROWALI,SULTENG – Ribuan petani dari Kecamatan Bumi Raya dan Kecamatan Wita Ponda, Kabupaten Morowali yang mengatasnamakan Gerakan Petani Indonesia Menguggat (GAPIT) Morowali menggelar aksi demonstrasi, yang bertempat di halaman Kantor PT. BTIIG, Desa Topogaro, Kecamatan Bungku Barat, Kabupaten Morowali, Sulawesi Tengah,Senin 05 Mei 2025.

 

Aksi damai tersebut dipicu karena adanya rencana pembangunan/ pemasangan pipanisasi di areal bendungan Sungai Karaopa, sehingga mereka melakukan penolakan kepada Perusahaan Baoshuo Taman Industry Invesment ( BTIIG Group) karena tidak adanya sosialisasi kepada petani yang terdampak langsung dengan pembangunan pipanisasi tersebut.

 

Salah satu petani Muhammad Azmy mengatakan bahwa Bendung Irigasi Karaopa adalah sumber air utama pertanian wilayah Kecamatan Bumi Raya dan Kecamatan Wita Ponda, dimana kedua kecamatan tersebut menjadi penyangga pangan untuk Kabupaten Morowali.

 

Dijelaskan Azmy adapun luas wilayah pertanian pengguna manfaat dari irigasi Bendung sungai Karaopa seluas kurang lebih 2.500 Hektar meliputi 13 desa dan berdasarkan peta, titik Lokasi rencana bangunan Intake PT. BTIIG terletak tepat di atas bendung Sungai Karaopa.

 

” Kami menolak rencana pembangunan Pipanisasi tersebut karena debit air irigasi dari bendung Karaopa yang sangat terbatas, bahkan tidak cukup untuk mengairi lahan pertanian pada musim kemarau dan dampak kerugian yang sangat besar dan berakibat pada hilangnya potensi pertanian,” Azmy.

 

Ditambahkan Azmy , juga dengan mempertimbangkan Program Ketahanan pangan yang dicanangkan oleh Pemerintah Pusat Republik Indonesia selain itu penolakan tersebut karena tidak ada sosialisasi yang dilakukan oleh pihak perusahaan PT. BTIIG terkait rencana Pembangunan Crossing Jalur Pipa Air Baku dan bangunan Intake di Sungai Karaopa menuju PT. BTIIG.

 

” Pada intinya kami petani dan masyarakat Witaraya menolak keras rencana pembangunan intake di Sungai Karaopa yang akan digunakan dikawasan perusahaan PT. Baoshuo Taman Industry Invesment (BTIIG Group),” tutup Azmy.

 

Setelah masa aksi melakukan orasi secara bergantian akhirnya pihak menejemen PT. BTIIG bersedia menemui masa aksi untuk berdialog halaman kantor PT. BTIIG.

 

Dalam dialog singkat tersebut masa aksi meminta kepada pihak perusahaan untuk membatalkan rencana pembangunan pipanisasi di bendung sungai Karaopa untuk digunakan dikawasan PT. BTIIG.

 

Disaksikan oleh Asisten I Pemerintah Daerah Kabupaten Morowali Rizal Badudin , bahwa Ekternal Menejer PT. BTIIG Cipto Rustianto dan Perwakilan petani Bumi Raya dan Wita Ponda Alimudin dan Muhammad Azmy sepakat menandatangani surat pernyataan bersama yang isinya,Bahwa pihak perusahaan akan menghentikan sementara aktivitas di wilayah sekitaran Bendungan sungai karaopa dan menarik semua peralatan alat berat dari wilayah sekitaran Bendungan Karaopa untuk selanjutnya dibahas lebih lanjut dalam pertemuan pada tanggal 14 Mei 2025 di Kecamatan Bumi Raya, Kabupaten Morowali yang akan dihadiri oleh semua pihak.

 

Setelah mendapat kesepakatan yang di tandatangani bersama antara perwakilan PT. BTIIG dan Perwakilan petani Witaraya, akhirnya masa aksi membubarkan diri dengan tertib dibawah kawalan aparat keamanan gabungan TNI, Polri dan Security perusahaan PT. BTIIG.

 

Editor : Harits

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *