Uncategorized

Masyarakat Desa Laroue Tolak Sosialisasi PT DJM , Ini Penjelasan Komisaris Perusahaan

301
×

Masyarakat Desa Laroue Tolak Sosialisasi PT DJM , Ini Penjelasan Komisaris Perusahaan

Sebarkan artikel ini

MOROWALI,SULTENG-Sosialisasi terkait legalitas dan dampak kegiatan pertambangan yang dilaksanakan oleh PT Denmar Jaya Mandiri (DJM) yang melakukan operasi produksi di Desa Laroue menuai penolakan keras dari masyarakat yang bertempat di Aula Hotel Metro, Desa Bente, Kecamatan Bungku Tengah, Kabupaten Morowali, Senin (28/04/2025) sempat terjadi keributan.

 

Acara tersebut dimaksudkan untuk memberikan pemahaman kepada warga justru diwarnai dengan ketegangan dan terjadi keributan , masyarakat Desa Laroue yang hadir secara tegas menolak keberlanjutan sosialisasi yang dilakukan oleh perusahaan PT Denmark Jaya Mandiri tersebut.

 

Sejak awal acara berlangsung, warga yang hadir langsung menyuarakan keberatannya. Mereka ngotot meminta agar sosialisasi dihentikan dan tidak dilanjutkan, dengan alasan kekhawatiran terhadap dampak lingkungan dan kelangsungan hidup mereka dan anak cucu mereka kedepannya di wilayah tersebut.

 

Salah seorang warga Samad mengatakan bahwa kehadiran pihak perusahaan datang ke Desa Laroue tanpa melakukan sosialisasi dengan mengundang semua masyarakat yang akan terdampak langsung dengan operasinya perusahaan.

 

” Orang bilang harusnya mereka datang ke rumah orang dengan ucapkan salam ini tidak langsung nyelonong bablas masuk dalam dapur,” Kata Samad.

 

Dijelaskan Samad yang menjadi kekwatiran masyarakat jangan sampai kehadiran perusahaan batu gamping PT Denmark Jaya Mandiri akan menghilangkan pencaharian masyarakat untuk mencari nafkah buat keluarga.

 

Ditambahkan Samad walaupun pihak perusahaan sudah dua kali melakukan sosialisasi tapi hanya aparat desa dan beberapa orang warga saja yang diundang ini yang membuat masyarakat merasa tidak tidak dihargai.

” Sebenarnya sudah dua kali pihak perusahaan melakukan sosialisasi tapi anehnya yang diundang cuma sebagian masyarakat sehingga kami yang tidak mendapatkan undangan merasa tidak dihargai , olehnya itu kami menolak kehadiran perusahaan di Desa Laroue,” Ujar Samad.

Sementara itu Komisaris PT Denmark Jaya Mandiri (DJM) Dendi menjelaskan kehadiran perusahaan tambang di Desa Laroue, Kecamatan Bungku Timur, tidak akan merusak kehidupan justru akan membangun perekonomian masyarakat.

 

Menurut Dendi, tujuan sosialisasi tersebut dilakukan oleh pihak perusahaan PT DJM adalah untuk menjelaskan yang akan dilakukan oleh pihak perusahaan.

 

“Saya berharap apa yang menjadi kekhawatiran masyarakat Desa Laroue kami datang untuk memberikan kesejahteraan bukan merugikan masyarakat,” tutup Dendi.

 

Beruntung pihak kepolisian Polres Morowali datang tepat waktu dan dapat menenangkan situasi sehingga tidak terjadi keributan yang lebih besar.

 

Editor : Harits

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *