Zonareformasi.com,–Lombok Timur, 10 Februari 2025 – Hujan deras disertai angin kencang yang melanda Kecamatan Sakra Timur pada Minggu (9/2) menyebabkan atap ruang kelas VI SDN 01 Greneng ambruk. Beruntung, tidak ada korban jiwa karena kejadian itu berlangsung saat hari libur sekolah. Namun, kondisi bangunan yang sudah lama rapuh membuat tiga ruang kelas lainnya juga terancam roboh.
Di tengah musibah ini, semangat gotong royong warga Desa Greneng menjadi cahaya harapan. Begitu mendengar kabar ambruknya atap sekolah, puluhan warga bergegas menuju lokasi. Johan, seorang petani setempat, tanpa ragu menerobos hujan demi menyelamatkan buku dan perlengkapan sekolah yang masih bisa digunakan. “Saya tidak ingin anak-anak kehilangan tempat belajar,” ujarnya.
Sementara itu, Adi dan Rian, dua pemuda desa, segera mendirikan tiang darurat untuk menopang atap ruang kelas V yang juga nyaris ambruk. Dengan alat seadanya, mereka berusaha menahan bangunan agar tidak menyusul roboh. “Kami tidak bisa tinggal diam melihat sekolah ini hancur,” kata Adi penuh tekad.
Tak hanya kaum pria, ibu-ibu desa ikut turun tangan dengan menyediakan makanan bagi para relawan. Mereka percaya bahwa sekolah adalah masa depan anak-anak mereka, sehingga harus segera dipulihkan. “Kami mungkin tidak bisa membangun kembali, tapi kami bisa mendukung mereka yang bekerja,” ucap seorang ibu sambil membagikan makanan.
Kepala SDN 01 Greneng, Mahdi, mengungkapkan rasa harunya atas kebersamaan warga. “Ini bukti bahwa sekolah bukan hanya tanggung jawab guru, tetapi seluruh masyarakat,” katanya. Sementara itu, pemerintah daerah telah berjanji akan segera mengirimkan bantuan untuk renovasi bangunan sekolah.
Meski sekolah sementara harus memanfaatkan ruang UKS dan dapur sebagai kelas darurat, semangat belajar para siswa tetap menyala. Atap sekolah boleh ambruk, tapi harapan dan semangat warga Greneng tetap kokoh, membuktikan bahwa kepedulian dan gotong royong adalah kekuatan sejati dalam menghadapi bencana.(IB)












