Uncategorized

Aksi Unjuk Rasa Balon Kades Berinding,Kopang Lombok Tengah Tuntut Transparansi Verifikasi Pilkades

524
×

Aksi Unjuk Rasa Balon Kades Berinding,Kopang Lombok Tengah Tuntut Transparansi Verifikasi Pilkades

Sebarkan artikel ini

Zonareformasi.com,-LOMBOK TENGAH – Para Bakal Calon (Balon) Kepala Desa Berinding yang tidak lolos verifikasi bersama tim pendukung dan simpatisan menggelar aksi unjuk rasa di depan kantor Desa pada Minggu (26/1/2025). Mereka menuntut panitia Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Berinding untuk diganti karena dianggap tidak transparan dan tidak profesional dalam proses verifikasi dukungan calon.

“Ya, hari ini kami melakukan aksi unjuk rasa bersama semua Balon yang tidak lulus beserta tim dan para pendukung. Kami meminta panitia Pilkades ini diganti karena tidak becus dalam melakukan verifikasi,” ujar Muhammad Saofi, salah satu Balon Kades Berinding, kepada media.

Saofi menyebut panitia diduga tidak netral dalam proses verifikasi. “Panitia ini saat verifikasi tidak transparan. Sehingga kami curiga mereka bermain mata dengan Balon tertentu untuk menjegal kami,” tudingnya.

Berdasarkan aturan yang berlaku, setiap calon kepala desa harus mendapatkan dukungan minimal 12 persen dari jumlah Daftar Pemilih Tetap (DPT) yang tercatat sebanyak 3.816 orang. Namun, dari delapan Balon yang mendaftar, hanya dua yang dinyatakan lolos verifikasi, yaitu Badri Tahir dengan dukungan KTP sebesar 15,02 persen dan Agus Agrianto dengan dukungan 16,06 persen. Sementara enam Balon lainnya tidak memenuhi syarat minimal dukungan.

Menurut Saofi, hasil verifikasi panitia memunculkan kejanggalan karena total dukungan sah dari seluruh calon hanya mencapai 3.136, jauh di bawah jumlah DPT. “Kemana sisanya, lebih dari 700 KTP yang kami serahkan? Masak semuanya dianggap tidak sah dan tidak memenuhi syarat? Kalau saja 700 KTP itu dibagi rata kepada 6 Balon, maka minimal setengah dari kami bisa lolos verifikasi,” jelasnya.

Merasa tidak puas dengan hasil tersebut, enam Balon Kades yang tergabung dalam Aliansi Bakal Calon Kepala Desa Berinding menyatakan akan menggugat hasil verifikasi dan meminta seluruh tahapan Pilkades diulang. Aliansi ini juga telah menggalang petisi dari para tokoh masyarakat di seluruh dusun Desa Berinding untuk mendukung tuntutan tersebut.

“Ini mencederai rasa demokrasi ribuan masyarakat Desa Berinding. Proses ini harus dibatalkan dan diulang dari awal agar demokrasi tetap terjaga,” tegas Saofi.

Hingga berita ini diturunkan, panitia Pilkades Berinding belum memberikan tanggapan resmi terkait aksi unjuk rasa dan tuntutan tersebut. Aksi yang berlangsung di depan balai desa ini berjalan kondusif dengan pengawalan ketat aparat keamanan.(IB)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *