ZR Kupang, -Minta maaf usai rasis ke Warga NTT menjadi atensi, sorotan publik dan mendapatkan hujatan dari warganet, Selebgram Ade Chaerunisa lantaran dirinya membuat kontroversi setelah komentarnya yang “jemarimu harimaumu” dianggap rasis, intoleransi, dan bisa berdampak kekerasan baik verbal maupun non verbal yang memicu kemarahan luas di media sosial, khususnya dari masyarakat Nusa Tenggara Timur (NTT).kamis 06 2024
“Yang menjadi kontroversi ini bermula ketika dalam sebuah Live Instagram di akun @psychedelisha, dia mengomentari warna kulit orang NTT dengan nada merendahkan dan melecehkan yang seharusnya tidak dilakukan.” Dalam obrolannya, Ade Chaerunisa menyebutkan seorang pemuda dengan kulit hitam dan kemudian menghubungkannya dengan orang NTT.
Dia menyatakan bahwa seseorang yang memiliki kulit gelap seharusnya tidak berlagak seperti orang campuran warga negara asing dan Arab, melainkan harus menerima bahwa dia adalah orang NTT.
“Komentar-komentar tersebut dengan cepat menyebar di media sosial, menarik perhatian Forum Pemuda NTT dengan demikian ereka memilih untuk mengambil tindakan hukum dengan melaporkan Ade Chaerunisa ke Polda Metro Jaya atas dugaan ujaran kebencian dan rasisme.
Forum Pemuda NTT juga menilai bahwa sering terjadi tindakan rasisme yang dirasakan baik dalam pergaulan sehari-hari maupun bermedia sosial sehingga memicu tanggapan dari berbagai masyarakat.
Untuk mencegah terjadinya rasisme berlanjut, masyarakat meminta memberikan efek jerah kepada selebgram tersebut dikenakan Pasal Informasi Transaksi Elektronik (ITE).
Adapun permintaan maaf sudah dilayangkan bersama kuasa hukum Ade Chaerunisa bukan berarti masalahnya selesai, proses hukum terus berlanjut untuk mencegah terjadinya kasus perundungan, intoleransi, melecehkan warna dan ras.
Disisi lain, Forum Pemuda NTT menilai bahwa komentar Ade Chaerunisa telah merendahkan martabat dan menghina masyarakat NTT secara umum mengenai warna dan kulit, termasuk budaya.












