MAKASSAR, – Warga Sulawesi Selatan (Sulsel) diimbau meningkatkan kewaspadaan dampak cuaca ekstrem. Pasalnya, sudah tiga hari hujan deras mengguyur beberapa daerah dan angin kencang semakin intens dibandingkan sebelumnya.
Ini disampaikan Kepala Badan Penaggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sulsel, Amson Padolo. Ia menyampaikan salah satu kewaspadaan dengan memastikan informasi peringatan cuaca melalui media masa dan akun BMKG.
“Iya, harus meningkatkan kewaspadaan dan mengikuti perkembangan informasi melalui media terpercaya karena kita berharap tidak ada daerah yang terdampak lebih parah,” ucap Amson, Senin (15/1/2024).
Amson menuturkan, sekitar 75 persen keselamatan itu bergantung pada diri masing-masing. Meski pemerintah sudah siap siaga.
“Selanjutnya juga kita senantiasa mengharapkan masyarakat meningkatkan kewaspadaan karena kita ketahui bersama bahwa dalam teori penyelematan kebencanaan itu 75 persen itu oleh diri sendiri,” sebutnya.
Begitu pula dengan pemerintah daerah, Kata Amson, kesiapsiagaan harus betul-betul diperhatikan agar dampak cuaca ekstrem cepat teratasi.
“Jadi kita meminta masyarakat khusunya di daerah-daerah rawan menyiapkan kesiapsiagaan, sampaikan ke pemerintah daerah jika ada hal-hal yang terkait dengan kebencanaan,” jelasnya.
Dia mengatakan, pihaknya sudah memberikan instruksi ke pemerintah dan untuk terus melakukan pemantauan termasuk di daerah-daerah yang paling rawan terjadi bencana.
“Memang melihat situasi peringatan dini yang disampaikan oleh BMKG jauh hari memang kita sudah lakukan kesiapsiagaan. Apalagi kemarin kita juga sudah siapkan posko siaga BPBD di semua kabupaten kota. Kedua adalah kita senantiasa memantau daerah-daerah atau lokasi-lokasi yang rawan,” terangnya.
Kemudian kata dia, lokasi yang nantinya untuk tempat pengungsian pun harus disiapkan karena upaya antisipasi bencana harus lebih dini dilakukan.
“Selanjutnya memang kita telah mengimbau juga ke kabupaten kota menyiapkan lokasi-lokasi apabila memerlukan tempat untuk pengungsian bagi daerah-daerah yang terdampak bencana,” tukasnya.
Adapun kesiapan logistik pihaknya menyampaikan bahwa sudah disampaikan ke pemerintah daerah.
“Kita juga telah menyampaikan kabupaten kota logistik-logistik disiapkan apabila terjadi bencana,” imbuhnya.
Sedangkan untuk dampak cuaca ekstrem kata dia, sejauh ini belum ada laporan yang terlalu membahayakan. Hanya saja, seperti pohon tumbang sudah beberapa kali terjadi di sejumlah kabupaten kota akibat angin kencang.
“Jadi kita senantiasa mengikuti perkembangan kabupaten kota dan belum ada dampak yang sangat membahayakan tapi ada beberapa laporan itu seperti angin kencang di beberapa kabupaten kota dan pohon tumbang,” tandasnya.
Olehnya itu, mantan Kadis Diskominfo Sulsel ini berharap agar pemerintah daerah juga masif melakukan koordinasi dengan dinas lingkungan hidup (DLH).
“Ada banyak pohon tumbang tapi saya belum bisa klasifikasikan tapi yang banyak dominasi itu angin kencang dan pohon tumbang. Jadi kita berharap pemerintah kabupaten kota menyiapkan DLH untuk memangkas pohon-pohon,” pungkasnya. (:)












