Pemerintah

Surabaya Auto Fashion, 72 Motor Modifikasi Siap Sambut Pengunjung

356
×

Surabaya Auto Fashion, 72 Motor Modifikasi Siap Sambut Pengunjung

Sebarkan artikel ini

SURABAYA – Surabaya Auto Fashion (ASF) siap menyambut pengunjung Sabtu (24/6/2023) hingga Minggu (25/6/2023) besok. Diselenggarakan di Jembatan Suroboyo kegiatan ini mengusung tagline “The First Automotive and Culinary Exhibition On Suroboyo Bridge”.

Pengamatan di lapangan, telah berdiri lebih dari 100 tenant pelaku UMKM sekitar Bulak dan Kenjeran binaan Pemkot. Selain itu, juga telah terjajar sekitar 72 motor modifikasi milik peserta motor contest dengan merk yang beragam.

“Bervariasi sih. Ada dari brand Yamaha, Honda, Suzuki, Kawasaki, ada yang dari produk Cina Gas GasGas. Modif-modifan semua,” jelas Indra, Wakil Ketua Pelaksana ASF saat ditemui pagi tadi.

Selain pameran UMKM dan motor contest, ASF juga menyuguhkan Cosplay Competition, yang berlangsung pukul 4 sore nanti dan nonton bersama air mancur menari yang ada di ujung Jembatan Suroboyo malam nanti. Sedangkan besok akan ada Sunmori bersama komunitas motor di Surabaya ataupun di luar Surabaya, Pejabat Pemkot, dan warga Surabaya dengan jumlah kurang lebih 1.000 motor

Kiano, pelajar asal Surabaya yang merupakan salah satu peserta Cosplayer di ASF ini telah bersiap sejak pukul 8, meski Cosplay Competition masih sore nanti. Ia mengaku berangkat lebih awal agar memberikan semangat lebih pada dirinya dalam fashion cosplay nanti.

“Jadi residence evil army. Tampilnya ya kayak nampilkan senjata sama outfit. Enjoy aja, dibuat have fun,” kata Kiano saat ditanya soal outfit yang dikenakan dan strategi tampilannya nanti.

Dalam akhir wawancara, Indra mengungkapkan harapannya untuk SAF tahun ini. Ia berharap semoga acara hari ini hingga esok dapat berjalan lancar, tidak ada hambatan, serta cuaca mendukung meski di bawah menyengatnya panas Surabaya.

“Mudah-mudahan acara ini bisa mempersembahkan untuk warga Surabaya sebagai destinasi wisata hiburan. Karena SAF ini ke depan akan dijadikan acara tahunan seperti rujak uleg, gitu,” ungkap Indra. [redho]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *