DaerahHeadlinePeristiwaTNI & Polri

Diduga Menghilangkan Barang Bukti, Oknum Polisi Terancam Pidana

512
×

Diduga Menghilangkan Barang Bukti, Oknum Polisi Terancam Pidana

Sebarkan artikel ini

Ogan Ilir – Zonareformasi.com. Setelah aplikasi Dumas (Pengaduan Masyarakat) Presisi (Prediktif, Responsibilitas, Transparansi Berkeadilan), resmi diluncurkan oleh Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, kepolisian Daerah (POLDA)Sumatera Selatan juga meluncurkan nomor bantuan polisi(Dumas)0813-70002-110 Yang bisa dihubungi masyarakat melalui media perpesanan pada aplikasi WhatsApp.

Namun Kapolri juga menegaskan akan tetap mengklarifikasi terlebih dahulu setiap laporan yang masuk.

Ada berbagai macam tahapan laporan yang ditindak agar terhindar dari orang orang yang tidak bertanggung jawab,untuk itu yang wajib harus diklarifikasi adalah identitas pelapor,kalau identitas nya tidak terpenuhi laporan tersebut tidak bisa masuk tahap dua.

Terkait dengan terbitnya pemberitaan dibeberapa media online saan mau konfirmasi gudang diduga penimbunan minyak pemilik gudang tersebut mengatakan saya polisi sudah banyak LSM dan wartawan datang kemari pergilah kata oknum polisi tersebut, langsung masuk kenomor bantuan masyarakat tentang keberadaan gudang penimbun minyak ilegal di RT 05 desa seri dalam kecamatan tanjung raja kabupaten ogan Ilir milik oknum kepolisian berinisial “S”(inisial “W”-red) yang bertugas dipolsek  Rantau Alai direspon cepat oleh Petugas piket Propam Polda Sumsel.

Respon cepat tersebut langsung diteruskan kepolres Ogan ilir dan namun setelah ditindak lanjuti oleh propam polres Ogan Ilir,petugas nampaknya kecolongan sehingga kinerja petugas Propam Ogan Ilir tidak membuahkan hasil,karena ada dugaan penghilangan barang bukti.

Menurut informasi yang kami terima pada saat laporan pengaduan masyarakat (Dumas) yang masuk ke propam Polda,langsung ditindak lanjuti dengan meneruskan pesan kepolres Ogan Ilir,namun propam Ogan Ilir langsung kelokasi tanpa koordinasi dengan Reskrim Polsek Tanjung raja.

Kasubid propam polres IPDA.Agus ketika dikonfirmasi terkait cek TKP tidak menanggapi chating dari awak media,sehingga sampai berita ini diterbitkan tidak ada kabar tindakan yang dilakukan selanjutnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *