DaerahHeadlinePendidikan

15 Tahun Siswa Madrasah Di Halbar Tuntut Ilmu Tanpa Gedung Sekolah

654
×

15 Tahun Siswa Madrasah Di Halbar Tuntut Ilmu Tanpa Gedung Sekolah

Sebarkan artikel ini

Halbar – Nasip malang dialami Siswa Madrasah Ibtidaiyah Alkhairat di Desa Sidangoli Dehe, Kecamatan Jailolo Selatan, Kabupaten Halmahera Barat, Provinsi Maluku Utara.

Betapa tidak, selama 15 tahun, sejak 2009 silam, mereka belajar tanpa gedung sekolah. Sehingga rumah warga berdinding papan menjadi tempat ternyaman bagi anak-anak ini untuk menimba sedikit harapan.

“Sampai sekarang kami punya gedung masih sistem pinjam, sehingga kami harus gunakan 1 rumah warga ini. Kita gunakan dari 2018, rumah ini menjadi dua ruangan belajar,”tutur Idwar Ishak, selaku Kepala Madrasah Ibtidaiyah Alkhairat itu, Rabu (14/06/2023).

Mirisnya lagi, rumah yang digunakan untuk ruang kelas belajar para siswa itu tak dilengkapi meja dan kursi alias tak selayak sekolah pada umumnya. Meski begitu para siswa tetap berjibaku,  belajar dilantai untuk memenuhi keinginan mereka sebagai generasi penerus bangsa.

“Kondisi yang ada siswa yang belajar di rumah warga ini belajar dengan sistem melantai ini sangat memprihatinkan bagi siswa karena mereka belajar kurang nyaman,” ucapnya.

Meski sudah bersusah payah, namun para guru hanya bisa memenuhi kenyamanan belajar siswa dengan cara membuat meja. Sehingga lantai menjadi tempat duduk mereka.

“Inisiatif para guru ini juga tidak semua kita buat, lantaran kita sesuaikan dengan siswa dan juga sesuaikan anggaran dana BOS (Bantuan Operasional Sekolah) kami untuk kelas 1 dan 2. Kita buatkan meja melantai saja dan sistem belajar melantai ini dari 2018 sampai sekarang,” ujarnya.

Tak hanya itu, tempat menuntut ilmu bagi para siswa itu, ternyata hanya memiliki 2 guru PNS dan 5 guru bantu. Sehingga sangat berpengaruh terhadap proses belajar siswa.

“Kaitan dengan guru memang tidak cukup sehingga sistem guru kelas, harus membawahi semua mata pelajaran yang delapan mata pelajaran umum, dan lima mata pelajaran agama. Untuk guru di luar PNS kita biayai dengan dana BOS. Harapan kami pemerintah bisa melihat dan membagun fasilitas sekolah kami sesuai dengan standar pendidikan,”pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *